Senin, 16 Juli 2012

PEKERJAAN PERSIAPAN STANDAR KONTRAKTOR PROYEK

PEKERJAAN PERSIAPAN STANDART KONTRAKTOR PROYEK
Sebelum membaca artikel ini sebaiknya baca dulu artikel yang sebelumnya, karena posting ini adalah kelanjutannya dari artikel yang berjudul PEKERJAAN STRUKTUR STANDAR KONTRAKTOR PROYEK, tapi bagi yang hanya ingin membaca artikel ini saja silahkan dilanjutkan.

Pasal 3 
PEKERJAAN PERSIAPAN/PENDAHULUAN 


3.1 PEMBERSIHAN TAPAK PROYEK

3.1.1 Lokasi proyek terlebih dahulu harus dibersihkan dari rumput, semak belukar, akar-akar pohon dan apabila ada bangunan existing di lokasi tapak bangunan yang akan dibuat, bangunan existing tersebut harus di bongkar.

3.1.2 Sebelum pekerjaan lain dimulai, lokasi proyek harus selalu dijaga tetap bersih.


3.2 PENGUKURAN TAPAK KEMBALI

3.2.1 Kontraktor diwajibkan mengadakan pengukuran dan pengecekan kembali di lokasi bangunan dengan dilengkapi keterangan-keterangan mengenai peil ketinggian tanah dan kolom beton, jarak dan dimensi kolom-kolom beton dengan alat-alat yang sudah ditera kebenarannya.

3.2.2 Ketidakcocokan yang mungkin terjadi antara gambar dan keadaan lapangan yang sebenarnya harus segera dilaporkan kepada Perencana/Pengawas untuk dimintakan keputusannya.

3.2.3 Penentuan titik ketinggian dan sudut-sudut hanya dilakukan dengan alat-alat waterpass/Theodolith yang ketepatannya dapat dipertanggung jawabkan.

3.2.4 Kontraktor harus menyediakan Theodolith/Waterpass beserta petugas yang melayaninya untuk kepentingan pemeriksaan Perencanaan/Pengawas selama pelaksanaan proyek.

3.2.5 Pengurusan sudut siku dengan prisma atau barang secara asas Segitiga Phytagoras hanya diperkenakan untuk bagian-bagian kecil yang disetujui oleh Perencana/Pengawas.

3.2.6 Segala pekerjaan pengukuran persiapan termasuk tanggungan Kontraktor.

3.3 TUGU PATOKAN DASAR/TEMPORARY BENCH MARK

3.3.1 Letak dan jumlah patokan di tentukan oleh Pengawas Lapangan

3.3.2 Patokan dibuat dari pipa PVC diameter 4 inch yang dicor beton dan tertancap kuat ke dalam tanah sehingga memudahkan untuk di lihat dan dapat di pakai sebagai acuan selanjutnya.

3.3.3 Patokan di buat permanen dan letaknya di pilih agar tidak mengganggu pembangunan, diberi tanda yang jelas dan di jaga kebutuhannya sampai selesai pembangunan.

3.3.4 Segala pekerjaan pembuatan dan pemasangan termasuk tanggungan kontraktor.


3.4 PAPAN DASAR PELAKSANAAN (BOUWPLANK)

3.4.1 Papan dasar pelaksanaan di pasang pada patok kayu kasau Meranti 5/7 , tertancap di tanah sehingga tidak bisa di gerak-gerakkan atau diubah-ubah, berjarak maksimum 2 m satu sama lain.

3.4.2 Papan patok ukur di buat dari kayu Meranti, dengan ukuran tebal 3 cm, lebar 20 cm, lurus dan di serut rata pada sisi sebelah atasnya (waterpass).

3.4.3 Tinggi sisi atas papan patok ukur harus sama satu dengan lainnya, kecuali di kehendaki lain oleh Perencana/Pengawas.

3.4.4 Papan dasar pelaksanaan dipasang sejauh 300 cm dari as pondasi terluar.

3.4.5 Setelah selesai pemasangan papan dasar pelaksanaan, Kontraktor harus melaporkan kepada Perencana/Pengawas.

3.4.6 Segala pekerjaan pembuatan dan pemasangan termasuk tanggungan Kontraktor.


3.5 PEKERJAAN PENYEDIAAN AIR DAN DAYA LISTRIK UNTUK BEKERJA

3.5.1 Air untuk bekerja harus disediakan Kontraktor dengan membuat sumur pompa di lokasi proyek atau disuplai dari luar. Air harus bersih, bebas dari debu, bebas dari lumpur, minyak dan bahan-bahan kimia lainnya yang merusak. Penyedian air harus sesuai dengan petunjuk dan persetujuan Perencana/Pengawas.

3.5.2 Listrik untuk bekerja harus disediakan kontraktor dan diperoleh dari sambungan sementara PLN setempat selama masa pembangunan. Penggunaan diesel untuk pembangkit tenaga listrik hanya diperkenankan untuk penggunaan sementara atas persetujuan Pengawas. Daya listrik juga di sediakan untuk suplai Kantor Konsultan Pengawas.


3.6 PEKERJAAN PENYEDIAAN ALAT PEMADAM KEBAKARAN

3.6.1 Selama pembangunan berlangsung, Kontraktor wajib menyediakan tabung alat pemadam kebakaran (fire extinguisher) YAMATO lengkap dengan isinya, dengan jumlah sekurang-kurangnya minimal 4 (empat) tabung, masing-masing tabung berkapasitas 15 kg.

3.6.2 Apabila pelaksanaan pembangunan telah berakhir, maka alat pemadam kebakaran tersebut menjadi hak milik Pemberi Tugas.


3.7 KANTOR KONSULTAN PENGAWAS

3.7.1 Kantor Konsultan Pengawas merupakan bangunan dangan konstruksi rangka kayu, dinding papan multiplex dicat, penutup atap asbes semen gelombang, lantai papan, diberi pintu/jendela secukupnya untuk ventilasi/pencahayaan. Letak Kantor Konsultan Pengawas harus cukup dekat dengan kantor Kontraktor tetapi terpisah dengan tegas.

3.7.2 Perlengkapan-perlengkapan kantor Konsultan Pengawas yang harus disediakan


Kontraktor :

- 1 (satu) unit Air Conditioner, kapasitas 1 PK.

- 1 (satu) buah meja rapat ukuran 1,20 x 3,00 m2, dengan 10 (sepuluh) kursi.

- 3 (tiga) buah meja tulis ukuran 0,70 x 1,40 m2, dengan 3 (tiga) kursi.

- 1 (satu) buah rak/tempat menyimpan gambar kerja.

- 1 (satu) buah lemari ukuran 1,50 x 2,00 x 0,50 m3, dapat di kunci.

- 1 (satu) buah white board ukuran 1,20 x 2,40 cm2


3.7.3 Berdekatan dengan kantor Konsultan Pengawas, harus ditempatkan ruang WC dengan bak air bersih secukupnya dan dirawat kebersihannya.

3.7.4 Alat-alat yang harus senantiasa tersedia di proye, untuk setiap saat dapat digunakan oleh Direksi 
Lapangan adalah :

- 1 (satu) buah alat ukur schuifmaat
- 1 (satu) buah alat ukur optik (waterpass/theodolith)
- 1 (satu) unit komputer lengkap dengan printer

3.7.5 Bangunan kantor Konsultan Pengawas dengan perlengkapan-perlengkapannya terkecuali alat-alat yang disebut dalam pasal 3.7 butir 4 menjadi milik Pemberi Tugas setelah selesai pembangunan proyek ini.


3.8 DRAINAGE SEMENTARA

3.8.1 Dengan mempertimbangkan keadaan topographi/kontur tanah yang ada dilokasi proyek, kontraktor wajib membuat saluran sementara yang berfungsi untuk pembuangan air yang ada (air hujan atau air kotor limbah proyek)

3.8.2 Arah aliran di tujukan kesaluran atau sungai yang ada disekitar lokasi proyek.

3.8.3 Pekerjaan pembuatan saluran harus sesuai petunjuk dan mendapat persetujuan pengawas lapangan, serta menjadi tanggung jawab kontraktor.


3.9 PAGAR PENGAMAN PROYEK

3.9.1 Sebelum kontraktor mulai melaksanakan pekerjaannya, terlebih dahulu harus dibuat pagar pengaman pada lokasi proyek.

3.9.2 Lokasi pembuatan pagar pengaman harus sesuai dengan petunjuk dan mendapat persetujuan pengawas.

3.9.3 Pekerjaan pembuatan pagar dan perlengkapannya termasuk pintu keluar/masuk kendaraan menjadi tanggung jawab kontraktor.


3.10 KANTOR KONTRAKTOR DAN LOS KERJA

3.10.1 Ukuran luas kantor Kontraktor Los Kerja serta tempat simpan bahan, disesuaikan dengan kebutuhan Kontraktor tanpa mengabaikan keamanan dan kebersihan serta dilengkapi dengan pemadam kebakaran.

3.10.2 Khusus untuk tempat simpan bahan-bahan seperti : pasir, kerikil harus dibuatkan kotak simpan yang dipagari dinding papan yang cukup rapat, sehingga masing- masing bahan tidak tercampur.


3.11 PAPAN NAMA PROYEK

3.11.1 Kontraktor harus menyediakan Papan Nama Proyek yang mencantumkan nama Pemberi Tugas, Konsultan Perencana, Konsultan Pengawas dan Kontraktor.

3.11.2 Ukuran layout dan peletakan papan nama proyek harus di pasang sesuai dengan pengarahan Konsultan Pengawas.

Untuk melengkapi STANDAR KONTRAKTOR PROYEK silahkan baca artikel selanjutnya yang berjudul PEKERJAAN TANAH STANDAR KONTRAKTOR PROYEK

3 komentar

Hey there!I know this is kinda off topic but I'd figured I'd ask.

Would yoou be interested in tradig links or maybe guest authoring a blog article or vice-versa?
My blogg covers a lot of the same topics as yours aand I
think we could greatly benefit from each other. If yoou are interested feel free to shoot me
an email. I look forward to hearinng from you! Great blog by the way!


Visit my page - private medical insurance

Artikel bagus untuk kontraktor proyek awal - sukses kang Ngabidin.

Cheers from bali scooter

Silahkan berikan komentar Anda di laman ini.
Tautan (live links) spam dalam komentar akan terhapus secara otomatis.
Jika ingin menyisipkan tautan silakan gunakan tag: <i rel="URL">URL ANDA</i>
Untuk menyisipkan judul, gunakan tag <b rel="h3">TEKS JUDUL ANDA DI SINI</b>
Untuk menyisipkan gambar, gunakan tag <i rel="image">Tulis URL GAMBAR Anda di sini </i>
Untuk menyisipkan kode, gunakan tag <i rel="code">Tulis KODE ANDA di sini</i>
Kode yang panjang bisa menggunakan tag <i rel="pre"> KODE PANJANG di sini</i>
Untuk menciptakan efek tebal gunakan tag <b>TEKS TEBAL ANDA DI SINI</b>
Untuk menciptakan efek tulisan miring gunakan tag <i>TEKS MIRING ANDA DI SINI</i>

/* */