Sabtu, 29 September 2012

Cara Jalan Yang Paling Baik

Cara Jalan Yang Paling Baik
 Ibnul Qayyim Al-Jauziyah berkata, "Ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berjalan takaffa'a takaffu'an (1) (condong ke depan) [Muslim (2330)]. Dia adalah manusia yang paling cepat jalannya, dan yang paling baik dan paling tenang.

Abu Hurairah radhiallahu 'anhu berkata saya tidak pernah orang yang paling gagah dari Rasulullah Shallallahu' alaihi wa sallam, seakan-akan matahari berjalan di wajahnya, dan saya tidak pernah melihat seseorang yang paling cepat jalannya dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, seakan akan bumi terlipat untuknya, dan sesungguhnya kami mengusahakan diri-diri kami dan sesungguhnya dia tidak terlihat memaksakannya. [At-Tirmidzi (3647)]

Dari Ali bin Abi Thalib berkata: Ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berjalan ia condong ke depan seakan-akan beliau turun dari shabab. "(2) [Dan di dalam riwayat Abu Daud (seakan akan dia yahwi (jatuh) di dalam shabab) (4864)]

Sekali waktu Ali bin Thalib pernah berkata: "Ketika ia berjalan ia taqla '." (3) (turun ke bawah) [At-Tirmidzi (3638)]

Saya katakan: Makna At-Taqallu ': ketinggian pada tanah secara keseluruhan, sebagaimana seseorang yang miring dari bagian daerah yang curam / miring. Jalan seperti ini adalah jalannya para ulul azmi (orang-orang yang punya azam / tekad) dan memiliki himmah (keinginan yang kuat) dan keberanian, dan jalan seperti ini adalah jalan yang paling sempurna dan lebih memberikan ketenangan pada anggota badan, dan yang lebih jauh dari jalan seorang yang marah, kehinaan dan lemas. [Zaad Al-Ma'aad (1/167-177)]

Manfaat: Ibnul Qayyim Al-Jauziyah menyebutkan di dalam Al-hadyi ada sepuluh macam cara berjalan:

Yang pertama: yang paling baik dan yang paling sempurna adalah arah at-takaffu 'dan at-taqallu', seperti keadaan orang yang turun dari ash-shabab (tempat yang miring / curam), dan cara jalan ini adalah cara jalannya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Kedua: berjalan dengan gelisah dan sempoyongan laksana seekor onta yang gelisah. Cara jalan ini cara jalan yang tercela-juga-yang menunjukkan kekurangan akal orang yang melakukannya. Terlebih lagi apabila orang tersebut sering menengok ke kiri dan ke kanan ketika berjalan.

Ketiga: Berjalan lemas dan berjalan selangkah demi selangkah, seumpama sepotong

kayu yang diangkut, dan cara jalan ini adalah cara jalan yang tercela dan jelek

Keempat: Jalan dengan dipercepat

Kelima: ar-ramal, cara jalan yang paling cepat disertai langkah yang saling berdekatan, dan disebut juga dengan al-Khabab.

Keenam: an-naslaan, adalah jalan sambil berjinjit kecil yang tidak mengganggu orang yang berjalan.

Ketujuh: al-khauzali, adalah jalan berlenggak-lenggok, yaitu jalan yang disebut ada padanya kelemah-lembutan dan kebanci-bancian.

Kedelapan: al-qahqaraa, yaitu jalan ke belakang.

Kesembilan: al-jamzaa, yaitu orang berjalan sambil melompat.

Kesepuluh: at-tabakhtur, yaitu jalan orang yang 'ujub dan sombong [(1/167-169)]



mengambil manfaat di: nal-atsariyyah.com https://www.facebook.com/rayhanoonm / rayhanoon



2 komentar

terima kasih infonya, ini bisa menambah ilmu saya, thanks,

Terima kasih sudah mengunjungi blog ini, semoga bermanfaat.

Silahkan berikan komentar Anda di laman ini.
Tautan (live links) spam dalam komentar akan terhapus secara otomatis.
Jika ingin menyisipkan tautan silakan gunakan tag: <i rel="URL">URL ANDA</i>
Untuk menyisipkan judul, gunakan tag <b rel="h3">TEKS JUDUL ANDA DI SINI</b>
Untuk menyisipkan gambar, gunakan tag <i rel="image">Tulis URL GAMBAR Anda di sini </i>
Untuk menyisipkan kode, gunakan tag <i rel="code">Tulis KODE ANDA di sini</i>
Kode yang panjang bisa menggunakan tag <i rel="pre"> KODE PANJANG di sini</i>
Untuk menciptakan efek tebal gunakan tag <b>TEKS TEBAL ANDA DI SINI</b>
Untuk menciptakan efek tulisan miring gunakan tag <i>TEKS MIRING ANDA DI SINI</i>

Toko online busana muslim syar'i, cantik, elegant, stylish, trendy, murah & Grosir.