Rabu, 26 September 2012

Daftar Isi PUIL 2000

Daftar Isi PUIL 2000


Daftar isi Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000)

Prakata
Daftar isi


Bagian 1 Pendahuluan
1.1 Maksud dan tujuan
1.2 Ruang lingkup dan acuan
1.3 Ketentuan yang terkait
1.4 Penamaan, penunjukan dan pemberlakuan
1.5 Penafsiran dan penyimpangan
1.6 Perasuransian
1.7 Persyaratan peralihan
1.8 Penyempurnaan
1.9 Definisi


Bagian 2 Persyaratan dasar
2.1 Proteksi untuk keselamatan
2.2 Proteksi perlengkapan dan instalasi listrik
2.3 Perancangan
2.4 Pemilihan perlengkapan listrik
2.5 Pemasangan dan verifikasi awal dari instalasi listrik
2.6 Pemeliharaan


Bagian 3 Proteksi untuk keselamatan
3.1 Pendahuluan
3.2 Proteksi dari kejut listrik
3.3 Proteksi dari sentuh langsung maupun tak langsung
3.4 Proteksi dari bahaya sentuh langsung (proteksi dari kejut listrik dalam pelayanan normal atau proteksi dasar)
3.5 Proteksi dari sentuh tak langsung
3.6 Ketentuan umum bagi proteksi dari sentuh tak langsung
3.7 Proteksi dengan pemutusan suplai secara otomatis
3.8 Proteksi dengan menggunakan perlengkapan kelas II atau dengan isolasi
ekivalen
3.9 Proteksi dengan lokasi tidak konduktif
3.10 Proteksi dengan ikatan penyama potensial lokal bebas bumi
3.11 Proteksi dengan separasi listrik
3.12 Sistem TT atau sistem Pembumian Pengaman (sistem PP)
3.13 Sistem TN atau sistem Pembumian Netral Pengaman (PNP)
3.14 Sistem IT atau sistem Penghantar Pengaman (sistem HP)
3.15 Penggunaan Gawai Proteksi Arus Sisa (GPAS)
3.16 Luas penampang penghantar proteksi dan penghantar netral
3.17 Rekomendasi untuk sistem TT, TN dan IT
3.18 Peraturan umum untuk elektrode bumi dan penghantar bumi
3.19 Pemasangan dan susunan elektrode bumi dan penghantar bumi
3.20 Resistans isolasi suatu instalasi listrik tegangan rendah
3.21 Pengujian sistem proteksi yang memakai penghantar proteksi
3.22 Pengukuran resistans isolasi lantai dan dinding berkaitan dengan proteksi dengan lokasi tidak konduktif
3.23 Proteksi dari efek termal
3.24 Proteksi dari arus lebih
3.25 Proteksi instalasi listrik dari tegangan lebih akibat petir


Bagian 4 Perancangan instalasi listrik
4.1 Persyaratan umum
4.2 Susunan umum, kendali dan pengaman
4.3 Cara perhitungan kebutuhan maksimum di sirkit utama konsumen dan sirkit cabang
4.4 Jumlah titik beban dalam tiap sirkit akhir
4.5 Sirkit utama pelanggan
4.6 Susunan sirkit cabang dan sirkit akhir
4.7 Pengantar netral bersama
4.8 Pengendali sirkit yang netralnya dibumikan langusng
4.9 Proteksi sirkit yang netralnya dibumikan langsung
4.10 Pengendalian dan proteksi sirkit yang netralnya dibumikan tidak langsung
4.11 Perlengkapan pengendali api dan asap kebakaran, perlengkapan evakuasi darat dan lif
4.12 Sakelar dan pemutus sirkit
4.13 Lokasi dan pencapaian PHB


Bagian 5 Perlengkapan listrik
5.1 Ketentuan umum
5.2 Pengawatan perlengkapan listrik
5.3 Armatur penerangan, fiting lampu, lampu roset
5.4 Tusuk kontak dan kotak kontak
5.5 Motor, sirkit dan kontrol
5.6 Generator
5.7 Peranti rendah
5.8 Transformator dan gardu transformator
5.9 Akumulator
5.10 Kapasitor
5.11 Resistor dan reaktor
5.12 Peranti pemanas
5.13 Perlengkapan pemanas induksi dan dielektrik
5.14 Pemanfaat dengan penggerak elektromekanis
5.15 Mesin las listrik
5.16 Mesin perkakas
5.17 Perlengkapan sinar X
5.18 Lampu busur


Bagian 6 Perlengkapan Hubung Bagi dan Kendali (PHB) serta komponennya
6.1 Ruang lingkup
6.2 Ketentuan umum
6.3 Perlengkapan Hubung Bagi dan Kendali (PHB) tertutup
6.4 Perlengkapan Hubung Bagi dan Kendali (PHB) terbuka
6.5 Lemari hubung bagi, kotak hubung bagi dan meja hubung bagi
6.6 Komponen yang dipasang pada Perlengkapan Hubung Bagi dan Kendali (PHB)


Bagian 7 Penghantar dan pemasangannya
7.1 Umum
7.2 Identifikasi penghantar dengan warna
7.3 Pembebanan penghantar
7.4 Pembebanan penghantar dalam keadaan khusus
7.5 Proteksi arus lebih
7.6 Proteksi penghantar terhadap kerusakan karena suhu yang sangat tinggi atau sangat rendah
7.7 Proteksi arus listrik
7.8 Isolator, pipa instalasi dan lengkapannya
7.9 Jalur penghantar
7.10 Syarat umum pemasangan penghantar (sampai dengan 1.000 volt)
7.11 Sambungan dan hubungan
7.12 Instalasi dalam bangunan
7.13 Pemasangan penghantar dalam pipa instalasi
7.14 Penghantar seret dan penghantar kontak
7.15 Pemasangan kabel tanah
7.16 Pemasangan penghantar udara di sekitar bangunan
7.17 Pemasangan penghantar khusus


Bagian 8 Ketentuan untuk berbagai ruang dan instalasi khusus
8.1 Umum
8.2 Ruang kerja listrik
8.3 Ruang kerja listrik terkunci
8.4 Ruang uji bahan listrk dan laboratorium listrik
8.5 Ruang dengan bahaya kebakaran dan ledakan
8.6 Raung lembab termasuk ruang pendingin
8.7 Ruang sangat panas
8.8 Ruang berdebu
8.9 Ruang dengan gas, bahan atau debu yang sangat korosif
8.10 Ruang radiasi
8.11 Perusahaan kasar
8.12 Pekerjaan dan ketel uap, tangki dan bejana logam lainnya
8.13 Peluncur, dok, galangan kapal dan sebagainya
8.14 Derek dan lift listrik
8.15 Instalasi rumah dan gedung khusus
8.16 Gedung pertunjukkan, gedung pertemuan, musium, pasar, toko dan gedung umum lainnya
8.17 Instalasi listrik desa
8.18 Instalasi sementara
8.19 Instalasi semi permanen
8.20 Instalasi dalam masa pekerjaan pembangunan
8.21 Instalasi generator set (genset) darurat
8.22 Instalasi penerangan darurat
8.23 Instalasi listrik di dalam kamar mandi
8.24 Instalasi ruang terbuka
8.25 Kolam renang dan kolam lainnya
8.26 Penerangan tanda dan penerangan bentuk
8.27 Fasilitas Pelayanan Kesehatan
8.28 Jenis ruang khusus


Bagian 9 Pengusahaan instalasi listrik
9.1 Ruang lingkup
9.2 Izin
9.3 Pelaporan
9.4 Proteksi pemasangan instalasi listrik
9.5 Pemasangan instalasi listrik
9.6 Pengaturan instalasi bangunan bertingkat
9.7 Pemasangan kabel tanah
9.8 Pemasangan penghantar udara tegangan rendah (TR) dan tegangan menengah (TM)
9.9 Keselamatan dalam pekerjaan
9.10 Pelayanan
9.11 Hal yang tidak dibenarkan dalam pelayanan
9.12 Pemeliharaan
9.13 Pemeliharaan ruang dan instalasi khusus


Lampiran A Lambang huruf untuk instrumen ukur
A.1 Lambang huruf untuk instrumen ukur
A.2 Awalan pada satuan SI


Lampiran B Lambang gambar untuk diagram
B.1 Lambang gambar untuk diagram saluran arus kuat
B.2 Lambang gambar untuk diagram instalasi pusat dan gardu listrik
B.3 Lambang gambar untuk diagram instalasi bangunan
Lampiran C Nomenklatur kabel

Lampiran D Daftar padanan kata

D.1 Daftar pedoman kata Indonesia – Inggris
D.2 Daftar pedoman kata Inggris – Indonesia
Lampiran E Pertolongan pertama pada kecelakaan dan keselamatan kerja
Lampiran F Daftar gambar
Lampiran G Daftar tabel
Lampiran H Daftar anggota panitia revisi PUIL 1987
H.1 Susunan keanggotaan revisi PUIL 1987 (SNI 04-225-1987)
H.2 Penambahan anggota panitia revisi PUIL 1987 (SNI 04-0225-1987) berdasarkan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 51-12/40/600.3/1999
H.3 Kelompok pelaksana perumusan revisi PUIL 1987
H.4 Anggota tim editing revisi PUIL 1987
 Indeks


Sumber:
Standar Nasional Indonesia SNI 04-0225-2000
ICS 91.140.50 Badan Standardisasi Nasional

Silahkan berikan komentar Anda di laman ini.
Tautan (live links) spam dalam komentar akan terhapus secara otomatis.
Jika ingin menyisipkan tautan silakan gunakan tag: <i rel="URL">URL ANDA</i>
Untuk menyisipkan judul, gunakan tag <b rel="h3">TEKS JUDUL ANDA DI SINI</b>
Untuk menyisipkan gambar, gunakan tag <i rel="image">Tulis URL GAMBAR Anda di sini </i>
Untuk menyisipkan kode, gunakan tag <i rel="code">Tulis KODE ANDA di sini</i>
Kode yang panjang bisa menggunakan tag <i rel="pre"> KODE PANJANG di sini</i>
Untuk menciptakan efek tebal gunakan tag <b>TEKS TEBAL ANDA DI SINI</b>
Untuk menciptakan efek tulisan miring gunakan tag <i>TEKS MIRING ANDA DI SINI</i>

/* */