Sabtu, 27 Oktober 2012

KETIKA COBAAN DATANG BERTUBI-TUBI….

Terkadang seseorang ditimpa ujian dan musibah datang bertubi-tubi ... silih berganti ... hilang yang satu datang lagi yang lain semisalnya ...

Terkadang seseorang tidak melihat kegembiraan kecuali sangat jarang sekali.

Sungguh indah kata Al-Imam Asy-Syafii rahimahullah tatkala ia berbicara tentang banyaknya kesedihan dan sedikitnya kegembiraan


"Ujian zaman banyak dan tidak berhenti menimpa ....
Dan kegembiraannya mendatangimu sesekali seperti hari raya yang datang sesekali ... "

Bahkan terkadang tes dan musibah terkadang datang tidak satu persatu akan tetapi datang bergerombol ...

Al-Imam Asy-Syafii rahimahullah berkata

"Hal-hal yang dibenci tatkala menimpa datang secara bergerombol ...
Dan aku memandang kesenangan datangnya sesekali ... "

Memang benar, terkadang musibah dan ujian menimpa seseorang secara bergerombol ... sampai-sampai terkadang seseorang tidak bisa berpikir dan bersikap yang waras ..

Akan tetapi bagi seorang mukmin namun kesulitan dan ujian yang dihadapinya maka ia akan tetap percaya dan yakin dengan rahmat Allah dan bertawakkal kepada Allah.
Ia yakin bahwasanya akan ada jalan keluar ... akan terurai ikatan-ikatan kesulitan tersebut .... bahkan justru keyakinan ini muncul dan tampak dalam kondisi yang amat sangat genting!

Al-Imam Asy-Syafii rahimahullah berkata:

"Betapa sering musibah yang membuat sesak dada seorang pemuda ... padahal di sisi Allah ada jalan keluarnya ...
Menjadi sempit ... bahkan tatkala telah semakin kokoh rantai-rantai pengikat ... terbukalah ... padahal aku telah menyangka bahwasanya tidak akan terbuka ikatan tersebut ... "

Seorang muslim janganlah lupa bahwasanya terkadang karunia Allah bisa jadi datang dalam musibah tersebut ...
bahwasanya
dibalik setiap tes ada pemberian dan karunia Allah.

Kita yakin bahwasanya Allah tidak menguji kita untuk mengadzab kita, akan tetapi untuk meramati kita. Seberat apapun juga suatu tes maka pasti dibaliknya ada kebaikan yang banyak.

Bisa jadi kita tidak akan tahu hikmah dibalik ujian dan musibah tersebut kecuali setelah perginya tes dan musibah tersebut.
Jika kita tidak bisa melihat keindahan dan hikmah pada musibah maka hendaknya kita merenungkan kisah yang terjadi antara Nabi Musa 'alaihis salam bersama Khodir dalam surat Al-Kahfi. Lihatlah bagaimana Musa memandang bahwasanya perbuatan Khodir yang membocorkan perahu, membunuh anak muda, dan menegakkan dinding adalah murni keburukan, sehingga akhirnya iapun mengingkarnya. Akan tetapi ... ternyata dibalik hal tersebut ada kebaikan dan hikmah. Ternyata dibocorkannya perahu tersebut merupakan sebab selamatnya perahu agar tidak diambil oleh raja yang dzolim, dibunuhnya anak tersebut ternyata merupakan rahmat dari Allah terhadap kedua orang tuanya, yang ternyata jika sang anak besar maka akan menjerumuskan kedua orang tuanya dalam kekufuran. Dan dengan menegakkan tembok yang menyebabkan ditangguhkannya rejeki kedua anak yatim, ternyata merupakan rahmat dari Allah.

Sebagaimana pepatah:
"Betapa sering hal yang kau jauhi / tidak sukai, ternyata mendatangkan hal yang kau harapkan"

Allah berfirman:
"Maka bisa jadi engkau membenci suatu hal dan Allah membuat pada hal tersebut banyak kebaikan" (QS An-Nisaa: 19)

Seorang penyair mengatakan:
Jika kesedihan hidup sungguh telah melelahkanmu ...
Kau telah ditimpa dengan kemudorotan yang besar

Dua hal tersebut telah kau rasakan sampai membuatmu menangis ...

Hatimu telah bergeliak sampai meledak
Telah tertutup seluruh jalan dihadapanmu ...
Engkau hampir terjungkal diantara lobang-lobang ...

Maka menujulah kepada Allah dalam kesedihan ... dan tuangkan keluhanmu kepada Penguasa manusia "

(Diringkas oleh Firanda Andirja)

Sumber:
Radio Rodja 756 AM
/* */