Minggu, 07 Oktober 2012

TENTANG SELAMATAN

Tentang selamatan, 1 harinya, 2 harinya, 7 harinya, 40 harinya, 100 harinya, mendak pisan, mendak pindho, nyewu (1000 harinya).  NASI TUMPENG, KETUPAT,

0leh: ROMO PINANDHITA Sulinggih WINARNO, (sarjana agama hindu (S1) & pendeta berkasta b rahmana, kasta brahmana adalah kasta / tingkatan tertinggi pada umat hindu).

Alhamdulillah yang sekarang beliau Romo Pinandhita Sulinggih Winarno menjadi Mualaf / masuk Islam lalu ia mengubah namanya menjadi Abdul Aziz, sekarang beliau tinggal di Blitar-Jawa Timur. Dulu dia tinggal di Bali bersama keluarganya yang hindu, Dia hampir dibunuh karena ingin masuk islam, beliau sering di ludahi mukanya karena ingin beragama islam & alhamdulillah ayahnya sebelum meninggal beliau juga memeluk agama islam. Abdul aziz berharap seluruh kaum muslimin membantu mempublikasikan, menyebarkan materi dibawah ini. Jazakumullahu khoiran katsira.

Kesaksian mantan pendeta hindu: abdul aziz bersumpah atas asma Allah bahwa selamatan, ketupat, tingkepan, & sebagian budaya jawa lainnya adalah keyakinan umat hindu dan beliau meny Atakan tidak kurang dari 200 dalil dari kitab Wedha (kitab suci umat hindu) yang menjelaskan tentang keharusan selamatan bagi pemeluk umat hindu, demikian akan saya uraikan fakta dengan jelas dan ilmiyah dibawah ini:

Kesaksian mantan pendeta hindu: abdul aziz bersumpah atas asma Allah bahwa selamatan, ketupat, tingkepan, & sebagian budaya jawa lainnya adalah keyakinan umat hindu dan beliau menyatakan tidak kurang dari 200 dalil dari kitab Wedha (kitab suci umat hindu) yang menjelaskan tentang keharusan selamatan bagi pemeluk umat hindu

Di dalam prosesi menuju alam nirwana menghadap ida Sang Hyang Widhi Wasa mencapai alam moksa, diperintahkan untuk selamatan / kirim do'a pada 1 harinya, 2 harinya, 7 harinya, 40 harinya, 100 harinya, mendak pisan, mendak pindho, nyewu (1000 harinya ).

Pertanyaan? apakah anda orang islam juga melakukan itu?

ketahuilah bahwa TIDAK AKAN PERNAH ANDA TEMUKAN DALIL DARI AL-QUR'AN & AS-SUNNAH/hadits shahih TENTANG PERINTAH MELAKUKAN selamatan, bahkan hadits yang dhoif (lemah) pun tidak akan Anda temukan, akan tetapi kenyataan dan fakta membuktikan bahwa Anda akan menemukan dalil / dasar selamatan, dkk, justru ada dalam kitab suci umat hindu.

COBA ANDA BACA SENDIRI DALIL DARI kitab Wedha (kitab suci umat hindu) DIBAWAH INI:
  • Anda buka kitab SAMAWEDHA halaman 373 ayat pertama, kurang lebih bunyinya dalam bahasa Sansekerta sebagai berikut: PRATYASMAHI BIBISATHE kuwi KWIWEWIBISHIBAHRA ARAM GAYAMAYA JENGI PETRISADA DWENENARA.
ANDA BELUM PUAS, BELUM YAKIN,???
  • Anda buka lagi KITAB SAMAWEDHA Samhita BUKU SATU, BAGIAN SATU, HALAMAN 20. Bunyinya: PURWACIKA PRATAKA PRATAKA PRAMOREDYA RSI BARAWAJAH MEDANTITISUDI PURMURTI TAYURWANTARA MAWAEDA DEWATA AGNI CANDRA GAYATRI AYATNYA AGNA AYAHI WITHAIGRANO HAMYADITAHI LILTASTASI BARNESI Agne.
Di tampilkan dengan jelas pada ayat Wedha diatas bahwa lakukanlah pengorbanan pada orang tuamu dan lakukanlah kirim do'a pada orang tuamu dihari pertama, ke tiga, ke tujuh, empat puluh, seratus, mendak pisan, mendhak pindho, nyewu (1000 harinya).

Dan dalil-dalil dari Wedha selengkapnya silahkan Anda bisa baca di dalam buku karya Abdul Aziz (mantan pendeta hindu) berjudul "mualaf menggugat selamatan", di tampilkan TIDAK KURANG DARI 200 DALIL DARI "Wedha" kitab suci umat hindu semua.

JIKA ANDA BELUM YAKIN, MASIH ngeyel,,,?
  • Silahkan Anda Buka dan baca kitab MAHANARAYANA Upanisad.
  • Baca juga buku dengan judul, "NILAI-NILAI HINDU DALAM BUDAYA JAWA", karya Prof.Dr. Ida Bedande Adi Suripto (BELIAU ADALAH DUTA DARI AGAMA HINDU UNTUK NEGARA NEPAL, INDIA, Vatikan, ROMA, & beliau menjabat sebagai Sekretaris Parisada Hindu Dharma Indonesia).
Dia menyatakan selamatan SURTANAH, GEBLAK, HARI PERTAMA, KE TIGA, KE TUJUH, KE SERATUS, MENDHAK PISAN, MENDHAK PINDHO, NYEWU (1000 harinya) ADALAH IBADAH UMAT HINDU dan beliau menyatakan pula NILAI-NILAI HINDU SANGAT KUAT MEMPENGARUHI BUDAYA JAWA,

ADI Suripto DENGAN BANGGA MENYATAKAN UMAT HINDU JUMLAH penganutnya MINORITAS AKAN TETAPI ajarannya BANYAK DI AMALKAN MASYARAKAT, yang maksudnya sejak masih dalam kandungan ibu-pun sebagian masyarakat melakukan ritual TELONAN (selamatan bayi pada hari ke 105 (tiap telon 35 hari x 3 = 105 hari sejak hari kelahiran)), TINGKEPAN (selamatan untuk janin berusia 7 bulan).
Baca majalah "media hindu" tentang filosofis upacara NYEWU (ritual selamatan pada 1000 harinya sejak meninggal). Dan budaya jawa hanya tinggal sejarah bila orang jawa keluar dari agama hindu.
Jika Anda kurang yakin, Masih ngeyel dan ingin membuktikan sendiri Anda bisa meneliti kitab Wedha datang saja ke DINAS KEBUDAYAAN BALI, mereka siap membantu Anda. atau Telephon Nyi Ketut Suratni: o857 3880 7015 (dia beragama Hindu tinggal di Bali, wawasanya tentang hindu cukup luas dia bekerja sebagai pemandu wisata).
 APA DASAR YANG LAIN DIDALAM HINDU? :

# RUKUN IMAN HINDU (PANCA SRADA) yang harus diyakini umat hindu
  1. Percaya adanya Sang Hyang Widhi.
  2. Percaya adanya roh leluhur.
  3. Percaya adanya karmapala.
  4. Percaya adanya smskra manitis.
  5. Percaya adanya moksa.

# PANCA SRADA punya rukun, yaitu:
PANCA Yajna (artinya 5 macam selamatan).
  1. Selamatan DEWA Yajna (selamatan yang ditujukan pada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau biasa dikenal orang dalam istilah dengan, "memetri tua daya ibu pertiwi").
  2. Selamatan PRITRA Yajna (selamatan yang di tujukan PADA LELUHUR).
  3. Selamatan RSI Yajna (selamatan yang ditujukan pada guru atau kirim do'a yang ditujukan pada Guru, biasanya di punden / ndanyangan). Kalau di kota di namakan dengan nama lain yaitu "Selamatan KHAUL" memperingati kiyainya / gurunya & semisalnya, yang meninggal dunia.
  4. Selamatan MANUSIA Yajna (selamatan yang ditujukan pada hari kelahiran atau dikota disebut "ULANG TAHUN").
  5. Selamatan BUTA Yajna (selamatan yang ditujukan pada hari kebaikan), misalnya kita ambil contoh biasanya pada beberapa masyarakat islam (jawa) melakukan selamatan hari kebaikan pada awal bulan ramadhan yang disebut "selamatan MEGENGAN".

Fenomena diatas tidak diragukan lagi karena pengaruh agama hindu / budaya jawa / nenekmoyang.
Allah berfirman: "dan dikatakan kepada mereka," Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah, "mereka menjawab," (tidak) kami mengikuti apa yang kami dapati pada nenek moyang kami (melakukan-nya). "Padahal, nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa pun, dan tidak mendapat petunjuk. (QS.Al-Baqarah, 170).

"Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diinginkan oleh hawa nafsu mereka" (QS.An-Najm, 23).

Dan Allah juga berfirman: dan ketika dikatakan pada mereka, "mari lah (mengikuti) apa yang diturunkan Allah dan (mengikuti) Rasul." Mereka menjawab, "cukuplah bagi kami apa yang kami dapati nenek moyang kami (mengerjakannya)." Apakah (mereka akan mengikuti) juga nenek moyang mereka meskipun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk? (QS.Al-Maidah, 104)


# AKIBAT YANG TIDAK DI SELAMATI DALAM KEYAKINAN HINDU, yaitu:

Pertanyaan?
orang tua kalau tidak diselamati apa rohnya gentayangan?

Buat dalilnya dikitab SUCI UMAT HINDU dikitab SIWASASANA HALAMAN 46-47 CETAKAN TAHUN 1979. Bagi yang tidak mau selamatan mereka di peralina hidup kembali dalam dunia bisa berwujud menjadi hewan atau bersemayam di dalam pohon, makanya kalau Anda ke Bali banyak pohon yang dikasih kain-kain dan sajen-sajen itu, karena mereka meyakini roh nya ada dalam pohon itu, dan bersemayam dalam benda-benda bertuah misal keris dan jimat, di hari sukra Umanis (jum'at legi) keris atau jimat di beri bunga & sajen-sajen.

DEWA Asura akan marah besar jika orang tidak mau melakukan selamatan maka dewa asura akan mendatangkan bala / bencana & membunuh manusia yang ada di dunia.

DEWA Asura atau dikenal dalam masyarakat dengan nama BETHARAKALA, anak ontang anting harus diruwat (ritual dengan selamatan & sajen) karena takut betharakala, sendhang kapit pancuran (anak wanita diantara kedua saudara kandung anak laki-laki) diruwat karena takut betharakala, rabi ngalor ngulon merga rawani karo betharakala (nikah tidak bisa karena rumahnya menghadap utara & barat, karena takut celaka).


# AKIBAT YANG DI SELAMATI DALAM KEYAKINAN HINDU, yaitu:
Dalam keyakinan hindu bagi yang mau selamatan maka mereka langsung punya tiket ke surga.

NASI TUMPENG
Konsep dalam agama hindu: dalam kitab MANAWA DHARMA SASTRA Wedha Smrti, BAGI ORANG YANG berkasta Sudra (kasta RENDAH) YANG TIDAK BISA MEMBACA KALIMAT persaksian:

HOM SUWASTIASU HOM ​​AWI KNAMASTU Ekam EVA ADITYAM Brahman, BAGI YANG TIDAK BISA mengucapkan kalimat dalam bahasa Sansekerta DIATAS sebagai penggantinya MAKA MEREKA cukup membikin TUMPENG, BENTUKNYA ADALAH SEGITIGA, SEGITIGA YANG dimaksut ADALAH Trimurti (SHIVA, Wisnu, Brahma => Brahman) ARTINYA TIGA MANIFESTASI IDA Sang Hyang Widhi Wasa, UMAT HINDU MENGATAKAN Barangsiapa yang membikin TUMPENG MAKA DIA SUDAH beragama Hindu.
Dikitab BAGHAWAGHITA di jelaskan TUHAN nya orang hindu lagi minum dan ditengahnya ada tumpeng, dan di depan dewa brahma ada sajen-sajen.
Pemberangkatan mayat diwajibkan dipamitkan di depan rumah lalu beberapa sanak keluarga akan lewat di bawah tandu mayat (tradisi brobosan), karena umat hindu meyakini brobosan sebagai wujud bakti pada orang tua dan salam pada dewa, dalam hindu mayat di tandu lalu diatasnya diberi payung, pemberangkatan mayat menggunakan sebar / Sawur bunga, uanglogam, beraskuning, dll, lalu bunga di RONCE (dirangkai dengan benang) lalu di taruh / dikalungkan di atas balkon mayat. Hindu meyakini:
a. Bunga warna putih memiliki kekuatan dewa brahma.
b. Bunga warna merah memiliki kekuatan dewa wisnu.
c. Bunga warna kuning memiliki kekuatan dewa siwa.
Umat ​​hindu berkeyakinan bunga itu berfungsi sebagai pendorong do'a (muspha / trisandya) & pewangi.


KETUPAT
Didalam hindu roh anak menjelang hari raya pulang kerumah, sebagai penghormatan orang tua kepada anak, maka biasanya hindu setelah hari raya di pasang kupat diatas pintu dan di bagi-bagikan tetangga.
Pertanyaan? apakah Anda tahu dasarnya setelah hariraya idulfitri ada hari raya kupatan / ketupat? apa dasarnya? DEMI ALLAH tidak ada satu dalilpun perintah Allah dari Al-Qur'an dan As-sunnah tentang perbuatan tersebut diatas.
sungguh Allah berfirman: "mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diinginkan oleh hawa nafsu mereka" (QS.An-Najm: 23).
"Dan apabila dikatakan kepada mereka," Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah, "mereka menjawab," (tidak) kami mengikuti apa yang kami dapati pada nenek moyang kami (melakukan-nya). "Padahal, nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa pun , dan tidak mendapat petunjuk. (QS.Al-Baqarah: 170)

# KESIMPULAN
TRADISI-TRADISI SALAH yang membudaya: tradisi keliru dan telah membudaya di masyarakat kita yang kita sebutkan diatas, bukan untuk diikuti akan tetapi untuk dijauhi. Bahwa setidaknya ada dua alasan mereka melakukan tradisi-tradisi tersebut:
Mereka berpedoman dengan hadits palsu;
Sebagian dari mereka hanya sekedar ikut-ikutan (mengekor) terhadap tradisi yang berjalan disuatu tempat.
Mereka akan mengatakan bahwa ini adalah keyakinan para pendahulu dan nenek moyang mereka!
Saudaraku sekalian, argumentasi "apa kata orang tua", bukan lah jawaban ilmiyah dari seorang muslim yang mencari kebenaran. Apalagi masalah ini menyangkut baik buruknya aqidah seseorang. Maka, permasalahan ini harus didudukkan dengan timbangan AL-QUR'AN AS-SUNNAH As Shahihah.

Sikap mengekor kepada pendahulu dan leluhur dengan tanpa memperdulikan dalil-dalil syar'i adalah perbuatan yang keliru, karena sikap tersebut menyerupai orang-orang quraysy, ketika diseru oleh Rasulullah untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

Apa jawab mereka? silahkan anda baca al-qur'an surat az-zuhruf ayat 22 & Asy-Syu'ara ayat 74.
"Bahkan mereka berkata, 'Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu agama (bukan agama yang engkau bawa) dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan mengikuti jejak mereka" (Qs.az Zuhruf, 22). 
Jawaban seperti ini mirip dengan apa yang dikatakan kaum Nabi Ibrahim, ketika mereka diajak meninggalkan peribadatan kepada selain Allah. Mereka mengatakan, "Kami mendapati bapak-bapak kami berbuat demikian (yakni beribadah kepada berhala)." (QS.Asy Syu'ara, 74).

# PENUTUP

Demikian wahai saudaraku persaksian yang dapat saya sampaikan. mari janganlah mencampuradukkan ajaran hindu dengan ajaran islam. misalnya jika Anda tidak berani mendakwahi atau menyampaikan pada saudara kita sebagian umat islam yang masih melakukan selamatan dan sebagainya adalah dari Hindu bukan ajaran islam. Misal Jika Anda merasa malu, gak enak (ewuh pakewuh) menyampaikan atau mendakwahi kepada saudara kita muslim yang masih melakukan selamatan dan sebagainya atau malu gara-gara kita menegakkan Al-Qur'an & As-Sunnah, Anda keliru besar. Ingat janji-Nya, Allah berfirman:
sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka-,,,, (QS.At-Taubah, 111).
Marilah masing-masing kita selalu berbenah dan memperbaiki diri. Semoga Allah memberikan hidayah dan taufiq-Nya kepada kita dan seluruh kaum muslimin. Aamiin.

Wallahu a'lam.



Oleh: Abdul Aziz.
Allah berfirman: Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, maka niscaya DIA (Allah) akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu (Qs.Muhammad, 7).
Mohon disebarluaskan dengan menjaga keaslian tulisan tanpa di tambah maupun dikurangi.
Barakallahu fikum ...
riwayat Anas bin malik-radhiallahu anhu-Rasulullah bersabda: diantara tanda-tanda hari kiamat adalah hilangnya ilmu (keislaman), maraknya kebodohan (tentang islam),,, - (HR.Bukhari (no, 81)).
HR.Muslim, no1856)).
riwayat dari Abdullah bin Amru bin al-ash-radhiallahu anhu, -, bahwa Rasul bersabda: Sesungguhnya Allah azzawajalla tidak menghilangkan ilmu (keislaman) dengan cara mencabutnya dari dada umat manusia, tetapi Allah menghilangkan ilmu (keislaman) dengan memwafatkan para ulama, sehingga tidak ada seorang ulama pun yang tertinggal. kemudian orang-orang mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh, lalu mereka di tanya, lalu mereka berfatwa tanpa ilmu, sehingga mereka sesat dan menyesatkan. (HR.Muslim, no: 1858), dengan sanad shahih.


sumber: 
Aaliyah Mazeeun
-------------------------------------------------- ---------------------------------

Setelah saya membaca  artikel  dari beberapa sumber dan pengakuan dari  ROMO PINANDHITA Sulinggih WINARNO di artikel di atas saya malah jadi bingung setelah membaca artikel kontroversial di bawah ini:
-------------------------------------------------- --------------------------------

Pengamat budaya dan sejarah Agus SUNYOTO menegaskan bahwa budaya kenduri kematian yang dilakukan umat Islam di Nusantara, khususnya di tanah Jawa bukan karena pengaruh Hindu atau Budha karena di kedua agama itu tidak ditemukan ajaran kenduri.

"Dalam agama Hindu atau Budha tidak dikenal kenduri dan tidak pula dikenal peringatan orang mati pada hari ketiga, ketujuh, ke-40, ke-100 atau ke-1.000, " katanya pada seminar internasional, "Cheng Hoo, Wali Songo dan Muslim Tionghoa Indonesia di Masa Lalu, Kini dan Esok "yang digelar Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo dan PITI di Surabaya, Minggu.

Ia mengemukakan bahwa catatan sejarah menunjukkan orang Campa (Cambodia / Kamboja)  memperingati kematian seseorang pada hari ketiga, ketujuh, ke-40, ke-100 dan ke-1.000. Orang-orang Campa juga menjalankan peringatan khaul, peringatan hari Assyuro dan maulid Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam.

"Mencermati fakta itu, maka saya berkeyakinan tradisi kenduri, termasuk khaul adalah tradisi khas Campa yang jelas-jelas terpengaruh faham Syi` ah. Demikian juga dengan perayaan 1 dan 10 Syuro, pembacaan kasidah-kasidah yang memuji Nabi Muhammad menunjukkan keterkaitan tersebut, "katanya.

Bahkan, katanya, istilah kenduri itu sendiri jelas-jelas menunjuk kepada pengaruh Syi `ah karena dipungut dari bahasa Persia, yakni Kanduri yang berarti upacara makan-makan memperingati Fatimah, putri Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam.


Sumber:

Setelah Anda membaca posting ini silahkan Anda telusuri kebenarannya, Percaya atau tidak percaya semua terseran Anda.

Silahkan berikan komentar Anda di laman ini.
Tautan (live links) spam dalam komentar akan terhapus secara otomatis.
Jika ingin menyisipkan tautan silakan gunakan tag: <i rel="URL">URL ANDA</i>
Untuk menyisipkan judul, gunakan tag <b rel="h3">TEKS JUDUL ANDA DI SINI</b>
Untuk menyisipkan gambar, gunakan tag <i rel="image">Tulis URL GAMBAR Anda di sini </i>
Untuk menyisipkan kode, gunakan tag <i rel="code">Tulis KODE ANDA di sini</i>
Kode yang panjang bisa menggunakan tag <i rel="pre"> KODE PANJANG di sini</i>
Untuk menciptakan efek tebal gunakan tag <b>TEKS TEBAL ANDA DI SINI</b>
Untuk menciptakan efek tulisan miring gunakan tag <i>TEKS MIRING ANDA DI SINI</i>

/* */