Thursday, 29 November 2012

Menghitung Tagihan Listrik PLN Rumah Tangga

menghitung biaya pengeluaran penggunaan listrik


Bagaimana menghitung biaya pengeluaran penggunaan listrik dan Menghitung Tagihan Listrik PLN Rumah Tangga milik Anda?. mungkin artikel yang saya dapatkan di internet ini bisa membantu Anda. Langkah pertama adalah baca KWh meter listrik Anda, misalkan pada KWh meter Anda pada saat ini terlihat "005004" enam angka dibaca mulai dari kanan kekiri, jika angka depan dimulai dari angka nol maka yang dihitung dimulai dari angka setelah angka nol, dan angka pada digit terakhir tidak perlu dicatat, jadi dengan demikian dibaca nya 500 saja, tanpa angka 4. Jika pembacaan di meteran lisrtrik Anda tidak sesuai dengan yang di catat petugas PLN, anda bisa mengadukan ke Call Center PLN 123.

Contoh pencatatan Stand Meter oleh PLN pada bulan sebelumnya:
Januari 0 – 13
Februari 13 – 45
Maret 45 – 50
April 50 – 58
May 58 – 75
Juni 75 – 500
Misalkan pemakaian listrik bulan Juni saat pencatatan Stand Meteran listrik tercatat 75 - 500 (dibaca dari 75 ke 500). Maka sama dengan 500 – 75 = 425 KWh Dengan demikian total penggunaan untuk bulan Juni sebesar 425 KWh yang akan dihitung dengan tarif penggunaan PLN.

Sedangkan tarif (TDL) untuk penggunaan listrik rumah residensial dengan daya 2200 Watt (R1/2200) saat ini sebagai berikut:
(Penggunaan Tarif dalam Rupiah) 
20 KWh pertama Rp. 390,-
40 KWh kedua Rp. 445,-
Per KWh berikutnya Rp. 495,-
Jadi setelah dihitung akan menjadi seperti berikut:
Penggunaan Tarif  Biaya (dalam Rupiah)
20 KWh (0 – 20) x 390 = Rp. 7.800,-
40 KWh (20 – 60) x 445 = Rp. 17.800,-
365 KWh berikutnya (60 – 425) x 495 = Rp 180.675,-
Total Rp. 206.275,-
Total penggunaan listrik sebesar = Rp. 206.275,-.
Ini adalah nilai pemakaian bersih (belum termasuk biaya beban, abonemen, Pajak Penerangan Jalan dan biaya admin). Sekarang mari menghitung Abodemen dan Pajak.
Rumus menghitung Abodemen listrik PLN:
Abodemen PLN = (Daya/1000) x (Rp/kVA)
Untuk R1/2200, Rp/kVA yang ditetapkan PLN adalah Rp 30.200,-. 
Jadi Abodemen untuk R1/2200 adalah:
(2200/1000) x Rp 30.200,- = Rp 66.440,- 
Total tagihan listrik tanpa pajak adalah
Rp 206.275,- + Rp 66.440,- = Rp 272.715,- 
Rumus menghitung pajak (3% dari total tagihan listrik anda):
3% x Rp 272.715,- = Rp 8.181.45(dibulatkan Rp 8.200,-) 
Total tagihan PLN setelah dikenakan pajak adalah:
Rp 272.715,- + Rp 8.200,- = Rp 280.915,- 
 Cara menghitung biaya pengeluaran penggunaan listrik dan Menghitung Tagihan Listrik PLN Rumah Tangga dengan metode seperti tertulis diatas sewaktu-waktu dapat berubah, tergantung ketentuan TDL dan kebijakan dari PLN. Untuk lebih jelas dan akurat sebaiknya Anda menghubungi Call Center PLN 123 atau mengakses langsung ke website resmi PLN di sini.


Cara menghitung biaya pengeluaran penggunaan listrik

Cara menghitung biaya pengeluaran penggunaan listrik



Di website PLN tersebut , Anda dapat melakukan pengecekan, tagihan rekening listrik, simulasi tagihan listrik dan simulasi biaya pasang baru maupun biaya penambahan daya listrik.

Untuk memahami istilah-istilah kelistrikan silahkan Anda baca "Singkatan dan Istilah Teknis Energi dan Ketenagalistrikan"


Sumber: 

5 komentar

makasih info ini bermanfaat bgt. tapi.. ngitung brapa kwh yg sudah terpakai bgmn y? di rumah pake daya 4400, ada sekitar 19 lampu tp ga semua nyala terus, kulkas 1, mesin cuci 1, setrika hampir stp hari bbrp menit, rice cooker hampir seharian, 2 TV yg nyala pas malam, kipas angin 4, ac 1, komputer 2. itu gimana ngitungnya?
terima kasih atas penjelasan Bapak.

@ iffa greencat
Ada beberapa cara dan alat bantu untuk menghitung penggunaan daya (kwh) yang sudah terpakai, jika meteran listrik Anda masih menggunakan meteran analog silahkan dilihat stand meteran listrik Anda, angkanya ada berapa digit? dan sekarang posisinya diangka berapa? dan lihat juga perincian STAND METER di struk pembayaran tagihan PLN bulan sebelumnya Stand meternya ada berapa digit? dan tertera dari angka berapa ke berapa?. Contoh: stand meter listrik saya di struk pembayaran bulan kemarin tertulis STAND METER:05021700-05068400, dan setelah saya cek di meteran kwh PLN ternyata angkanya hanya ada 5 digit, berarti yang di struk pembayaran = (50217 ke 50684) atau = (50684-50217=467kwh). Untuk mengetahui jumlah rupiahnya = jumlah kwh x TDL + biaya beban + biaya abonemen + PPJ + biaya admin. Untuk lebih jelasnya silahkan tanya ke petugas PLN di phone: 123 atau pakai simulasi di www.pln.co.id

Untuk menghitung jumlah beban daya secara keseluruhan ada beberapa cara untuk menghitungnya.

1. Mengukur arus listrik yang masuk ke beban (alat-alat listrik/elekronik dll) menggunakan Amper Clamp meter (tang amper), arus yang mengalir pada saat itu ada berapa ampere? (Ampere X Volt = Watt) 1KVA=1000watt, 1KW = 1000watt, 1kwh = 1kilowattjam.

2. Pasang panel listrik yang dilengkapi dengan indikator KW meter. Amper meter, volt meter, (untuk lebih mudah membacanya silahkan gunakan alat ukur meter listrik yang model digital).

3. menghitung secara manual, (karena saya tidak tahu spesifikasi alat dan data watt nya alat-alat listrik dirumah Anda maka silahkan Anda catat dan data watt nya masing-masing semua alat-alat listrik di rumah Anda ada berapa? Untuk lampu, AC, kulkas, mesin cuci, setrika, rice cooker, tv, kipas angin, dll, biasanya tertera di pembungkus atau dibadan alat-alat listrik tersebut. setelah data wattnya sudah diketahui tinggal dihitung jam operasianalnya masing-masing alat tersebut ada berapa jam?
kemudian buatlah tabel secara keseluruhan.

Contoh: Kamar A = Lampu 18watt 1buah x 10 jam nyala/hari = 180watt/hari
kipas angin 40watt 1buah x 5 jam digunakan/hari = 200watt/hari
komputer 1set 100watt 1buah x 5 jam nyala/hari = 500watt/hari
Hairdryer 500watt x 1jam = 500watt/hari
Laptop 60watt x 2jam/hari = 120watt/hari
Jumlah total konsumsi daya kamar A = 1500watt/hari
1500watt = 1,5KVA, = 1,5KWh
1,5KWh/hari x 30hari = 45KWh/bulan

>>>>>

Untuk menghitung penggunaan listrik dalam 1 rumah sebaiknya dihitung secara keseluruhan (global) total pemakaian listrik dalam 1bulan habis berapa watt atau KVA (KWh), kemudian total total pemakaian (KWh)x TDL + Biaya beban + Biaya PPJ + Biaya Admin/Meterai/bank/operator.

Untuk menghitung secara manual Anda juga harus mempelajari sistem kerja dan arus listrik beban peralatan listrik yang tidak tetap. Contohnya Rice cooker + Magic com/warm, Jika kondisi masak nasi maka yang hidup ricecooker dan beban daya nya 350watt, tapi jika nasinya sudah matang maka otomatis ricecooker mati dan otomatis magicwarm nya menyala berarti beban dayanya turun jadi sekitar 35watt.

Kulkas jika kondisi belum mencapai temperatur dingin yang diinginkan maka compressor tetap hidup beban dayanya sekitar 60watt, tapi jika kondisi dinginnya sudah menyesuaikan setelan temperatur maka beban dayanya jadi berkurang dari 60watt karena compressor kulkas otomatis mati.

Penyejuk udara (AC) jika kondisi ruangan belum dingin sesuai dengan setting di remootnya maka mesin compressor AC (outdoor)nya akan terus berputar dan menghabiskan daya sekitar 780watt (AC 1PK), tapi jika kondisi temperatur ruangan sudah dingin sesuai yang diinginkan maka mesin outdoornya akan mati dan yang hidup hanya AC indoornya saja, otomatis dayanya juga ikut berkurang.

Cara termudah untuk menghitung biaya pemakaian listrik yang saya lakukan biasanya saya menggunakan metode berpatokan pada pembayaran termahal yang sudah pernah dibayar berapa rupiah? Berapa KWh? Total Rupiah yang dibayar bulan kemarin dibagi total KWh maka hasilnya harga Rupiah/KWh. Stand Meter listriknya sekarang diposisi angka berapa? kemudian dikurangi jumlah angka Stand Meter listrik yang dibayar bulan kemarin, maka hasilnya adalah jumlah pemakain listrik (KWh) bulan ini (yang akan dibayar) dikalikan harga Rupiah/KWh bulan kemarin = biaya tagihan listri bulan ini yang akan kita bayar.

Memang metode ini tidak menjamin akurat 100% tapi selisihnya tidak banyak, setidaknya hanya untuk mengetahui kisarannya saja.

Saya yakin Anda masih bingung dengan penjelasan saya, karena saya sendiri juga masih bingung cara menjelaskannya ke Anda, :)

Maaf komentar link hidup di blog ini otomatis langsung terhapus. Terima kasih atas komentar Anda.

Silahkan berikan komentar Anda di halaman ini.
Tautan (link) hidup dalam komentar akan disembunyikan secara otomatis.
Jika ingin menyisipkan tautan silakan gunakan tag: <i rel="URL">URL ANDA</i>
Untuk menyisipkan judul, gunakan tag <b rel="h3">TEKS JUDUL ANDA DI SINI</b>
Untuk menyisipkan gambar, gunakan tag <i rel="image">Tulis URL GAMBAR Anda di sini </i>
Untuk menyisipkan kode, gunakan tag <i rel="code">Tulis KODE ANDA di sini</i>
Kode yang panjang bisa menggunakan tag <i rel="pre"> KODE PANJANG di sini</i>
Untuk menciptakan efek tebal gunakan tag <b>TEKS TEBAL ANDA DI SINI</b>
Untuk menciptakan efek tulisan miring gunakan tag <i>TEKS MIRING ANDA DI SINI</i>

Klik emoticon untuk melihat kode!
:) :( ^_^ :D ;) :-bd :'( :\ :p B) :Q :Ozz 7:( \o/ **p <3 0:) :-a 7:O *fck* x@ X@ ~x( :yaya: =p*