Thursday, 3 January 2013

Glosarium Kelistrikan

Sekedar catatan untuk menambah ilmu pengetahuan dibidang kelistrikan maka saya posting istilah - istilah teknis dan teori listrik seperti berikut ini :

1PH 3W FLOW


Sumber gambar : 3-phase_flow.gif

A : Ampere, Satuan Arus Listrik

AF : Availability Factor, Faktor ketersediaan, adalah perbandingan antara daya yang tersedia unit pembangkit pada waktu tertentu dengan daya mampu netto unit pembangkit tersebut .

Rumus AF (Availability Factor)

APP : Alat Pembatas dan alat Pengukur, Alat milik PT PLN (Persero) yang berfungsi untuk membatasi daya listrik yang dipakai serta mengukur pemakaian energi listrik

Asut : Start

Asut Gelap : Black Start, pengasutan suatu unit pembangkit yang dilakukan tanpa ketersediaan pasokan daya dari luarADB : Air Dried Basis, merupakan nilai kalori batubara yang memperhitungkan inherent moisture saja

ASEAN Power Grid : Sistem interkoneksi jaringan listrik antara negara-negara ASEAN

Aturan Distribusi : Aturan Distribusi Tenaga Listrik merupakan perangkat peraturan dan persyaratan untuk menjamin keamanan, keandalan serta pengoperasian dan pengembangan sistem distribusi yang efisien dalam memenuhi peningkatan kebutuhan tenaga listrik

Aturan Jaringan : Aturan Jaringan merupakan seperangkat peraturan, persyaratan dan standar untuk menjamin keamanan, keandalan serta pengoperasian dan pengembangan sistem tenaga listrik yang efisien dalam memenuhi peningkatan kebutuhan tenaga listrik

BUS : Rel Busbar

BBM : Bahan Bakar Minyak

Beban : Sering disebut sebagai Demand, merupakan besaran kebutuhan tenaga listrik yang dinyatakan dengan MWh, MW atau MVA tergantung kepada konteksnya

Biaya Beban : Komponen biaya dalam rekening listrik yang besarnya tetap, dihitung berdasarkan daya tersambung

Beban puncak : Atau peak load / peak demand, adalah nilai tertinggi dari langgam beban suatu sistem kelistrikan dinyatakan dengan MW

Biro Instalatir : Badan usaha penunjang tenaga listrik yang bergerak dalam pembamngunan dan pemasangan peralatan ketenagalistrikan, yang sah terdaftar dan mendapat ijin kerja dari PT PLN (PERSERO)/Pemerintah

BP : Biaya Penyambungan, biaya yang harus dibayar kepada PT PLN (PERSERO) oleh pelanggan atau calon pelanggan untuk memperoleh penambahan daya atau penyambungan baru

BK : Biaya Keterlambatran, biaya yang dikenakan PT PLN (PERSERO) kepada pelanggan atas keterlambatan pembayaran rekening listrik

Blackout : Padam

BPP : Biaya Pokok Penyediaan

BTU : British Thermal Unit

CF Capacity Factor, Faktor kapasitas, adalah perbandingan antara jumlah produksi listrik selama periode operasi terhadap jumlah produksi terpasang selama periode tertentu (1 tahun).

Rumus CF (Capacity Factor)

Capacity balance : Neraca yang memperlihatkan keseimbangan kapasitas sebuah gardu induk dengan beban puncak pada area yang dilayani oleh gardu induk tersebut, dinyatakan dalam MVA

Captive power : Daya listrik yang dibangkitkan sendiri oleh pelanggan, umumnya pelanggan industri dan komersial

CT : Current Transformer (Trafo Arus), alat untuk menurunkan arus listrik untuk keperluan pengukuran energi listrik atau untuk peralatan pengaman dan pengendalian listrik lainnya

CCS : Carbon Capture and Storage

CCT : Clean Coal Technology

CDM : Clean Development Mechanism atau MPB Mekanisme Pembangunan Bersih

COD : Commercial Operating Date

DMN : Daya Mampu Netto, besarnya daya output pembangkit yang sudah dikurangi dengan pemakaian sendiri unit pembangkit tersebut

Daya mampu : Kapasitas nyata suatu pembangkit dalam menghasilkan MW

Daya terpasang : Kapasitas suatu pembangkit sesuai dengan name plate

Daya Tersambung : Batas daya yang dapat digunakan oleh pelanggan setiap saat dan tercatat di PT PLN (PERSERO) serta menjadi dasar perhitungan Biaya Beban

Dispacher : Pelaksana pengendali operasi

DAS : Daerah Aliran Sungai

DMO Domestic Market Obligation

EBITDA Earning Before Interest, Tax, Depreciation and Amortization

ERPA : Emission Reduction Purchase Agreement

Excess power : Kelebihan energi listrik dari suatu captive power yang dapat dibeli oleh PLN

FSRU : Floating Storage and Regasification Unit

GD : Gardu Distribusi

GI : Gardu Induk

GITET : Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (500 kV)

GITO : Gardu Induk Tanpa Operator

GT : Gas Turbine PLTGU

GWh : Giga Watt Hour (1 GWh=1.000 MWh)

Gangguan : Kejadian takterencana yang mengakibatkan kondisi abnormal dalam Jaringan (Grid)

GAR : Gross As Received, merupakan nilai kalori batubara yang memperhitungkan total moisture

Hz : Hertz, satuan frekuensi listrik

GRK : Gas Rumah Kaca

HSD : High Speed Diesel Oil

HVDC : High Voltage Direct Current

HSD : High Speed Diesel Oil

Host Load : Unit pembangkitan berbeban pemakaian sendiri

Heat Rate : Besar energi yang digunakan oleh unit pembangkit dalam memproduksi satu unit output. Contoh : jumlah energi untuk memproduksi energi 1 MWh (dinyatakan dalam GJ/MWh)

Heat Rate Curve : Kurva yang menunjukkan konsumsi energi termal per-jam operasi pada tingkat output yang bervariasi (GJ/Jam)

IBT : Inter Bus Transformer, yaitu trafo penghubung dua sistem transmisi yang berbeda tegangan, seperti trafo 500/150 kV dan 150/70 kV

IPP : Independent Power Producer

IBT : Interbus Transformer (500 kV/150 kV)

IDO : Intermediate Diesel Oil

Island Operation : Pembangkitan terpisah dari sistem dan beroperasi dengan beban di sekitarnya

JTM : Jaringan Tegangan Menengah adalah saluran distribusi listrik bertegangan 20 kV

JTR : Jaringan Tegangan Rendah adalah saluran distribusi listrik bertengangan 220 V

JTL : Sambungan Langsung (SL) termasuk peralatannya, sehingga tenaga listrik disalurkan tanpa melalui APP

JCC : Jawa Bali Control Centre, Pusat Pengatur Beban Jawa Bali

kV : Kilo Volt (=1000 volt)

kVA : Kilo Volt Ampere (=1000 volt ampere)

kVARh : Kilo Volt Ampere Reactive Hour, satuan energi listrik semu (reaktif)

kW : Kilo Watt, satuan daya listrik nyata (aktif)

kWh : Kilo Watt Hour, satuan energi listrik nyata (aktif)

kmr : kilometer-route, menyatakan panjang jalur saluran transmisi

kms : kilometer-sirkuit, menyatakan panjang konduktor saluran transmisi / jaringan tenaga listrik

Kabel TM : Kabel Tegangan Menengah

Kabel TR : Kabel Tegangan Rendah

Line Charging : Pemberian tegangan ke saluran pengantar (transmisi)

Life Extension : Program rehabilitasi suatu unit pembangkit yang umur teknisnya mendekati akhir

LNG : Liquified Natural Gas

LF : Load Factor, Faktor beban, adalah perbandingan dari rata-rata output atau beban terhadap maksimum output atau beban dalam suatu periode terhadap beban puncak yang terjadi pada periode tersebut Rumus LF (Load Factor)

Load Shedding : Pengurangan beban secara sengaja (otomatis / manual) dengan pemutusan beban tertentu karena kejadian abnormal, untuk mempertahankan integritas Jaringan dan menghindari pemadaman yang lebih besar

Losses : Energi listrik yang hilang dalam inti Trafo dan konduktor penghantar/kabel di Jaringan

LWBP : Luar Waktu Beban Puncak

LOLP : Loss of Load Probability, suatu indeks keandalan sistem pembangkitan yang biasa dipakai pada perencanaan kapasitas pembangkit

MW : Mega Watt (1 MW=1.000 kW)

MWh : Mega Watt-hour (1 MWh=1.000 kWh)

MSCF 103 : Million Standard Cubic Foot, ( M=103 )

MMSCF 106 : Million Metric Standard Cubic Foot, Standard Cubic Foot, (MM=106), satuan yang biasa digunakan untuk mengukur volume gas pada tekanan dan suhu tertentu

MMSCFD : Million Metric Standard Cubic Foot per Day

MMBTU : Million Metric British Termal Unit, satuan yang biasa digunakan untuk mengukur kalori gas

Mothballed : Pembangkit yang tidak dioperasikan namun tetap dipelihara

MP3EI : Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia

MO : Maintenance Schedule, Skedul yang menunjukkan rencana outage pelaksanaan pemeliharaan

MFO Marine Fuel Oil

Merit Order : Daftar unit pembangkit dengan urutan biaya operasi yang marginal, sudah termasuk pertimbangan : biaya start-up dan shut-down, minimum start-u dan waktu keluar, kendala bahan bakar, serta kendala operasi lainnya

Neraca daya : Neraca yang menggambarkan keseimbangan antara beban puncak dan kapasitas pembangkit

Non Coincident Peak Load : Jumlah beban puncak sistem-sistem tidak terinterkoneksi tanpa melihat waktu terjadinya beban puncak

Outage : Suatu periode waktu dimana pusat pembangkit, unit pembangkit atau bagian dari Grid, secara keseluruhan atau sebagian tidak beroperasi karena suatu kejadian yang terencana maupun tidak terencana

PJU : Penerangan Jalan Umum, Penerangan untuk jalan dan prasarana umum yang dipasang secara resmi oleh pemda atau badan resmi lainnya dan mendapat pasokan tenaga listrik dari PLN secara legal

PO : Planned Outage, pengeluaran unit pembangkit atau fasilitas jaringan selama kurun waktu tertentu yang diusulkan oleh pemakai Grid dan disetijui oleh UBOS-P3B

PLTA : Pusat Listrik Tenaga Air

PLTD : Pusat Listrik Tenaga Diesel

PLTG : Pusat Listrik Tenaga Gas

PLTGU : Pusat Listrik Tenaga Gas dan Uap

PLTM : Pusat Listrik Tebnaga Minihidro

PLTMH : Pusat Listrik Tebnaga Mikro Hidro

PLTP : Pusat Listrik Tenaga Panas Bumi

PLTU : Pusat Listrik Tenaga Uap

Pms : Pemisah (disconecting switch)

Pms Tanah : Earthing Switch

Pmt : Pemutus tenaga (circuit breaker)

PPJ : Pajak Penerangan Jalan, pajak yang dibayarkan oleh semua pelanggan PT PLN (PERSERO), dipungut oleh PT PLN (PERSERO) dan selanjutnya disetor ke Kas Pemda

PT : Potentio Transformer (Trafo Tegangan), alat untuk menurunkan tegangan listrik yang diperlukan khusus bagi pengukuran energi listrik atau peralatan pengaman dan pengendali listrik lainnya

P2TL : Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik, Pemeriksaan oleh PLN terhadap instalasi PLN dan instalasi pelanggan dalam rangka penertiban pemakaian/pemanfaatan tenaga listrik

Peaking : Pembangkit pemikul beban puncak

Prakiraan beban : Demand forecast, prakiraan pemakaian energi listrik di masa depan

RCC : Region Control Centre, Pusat Pengatur Region

Region 1 : Region Control Centre untuk wilayah Jakarta dan Banten (Cawang)

Region 2 : Region Control Centre untuk wilayah Jawaq Barat (Cigereleng)

Region 3 : Region Control Centre untuk wilayah Jawa Timur dan DIY (Ungaran)

Region 4 : Region Control Centre untuk wilayah Jawa Timur dan Bali (Waru)

Reserve margin : Cadangan daya pembangkit terhadap beban puncak, dinyatakan dalam %

Rasio elektrifikasi : Perbandingan antara jumlah rumah tangga yang berlistrik dan jumlah keseluruhan rumah tangga

SR : Sambungan Rumah

ST : Steam Turbine PLTGU

SL : Sambungan Langsung, adalah sambungan JTL termasuk peralatannya, sehingga tenaga listrik disalurkan tanpa melalui APP

STL : Sambungan Tenaga Listrik, penghantar di bawah atau di atas tanah termasuk peralatannya sebagai bagian instalasi PLN yang merupakan sambungan antara JTL milik PLN dengan instalasi pelanggan

SMP : Saluran Masuk Pelayanan, Kabel milik PLN yang menghubungkan antara jaringan Tegangan Rendah dengan APP yang terpasang di rumah pelanggan

SUTET : Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (500 kV)

SUTM : Saluran Udara Tegangan Menengah (6 kV, 20 kV)

SUTR : Saluran Udara Tegangan Rendah (220 V, 380 V)

SUTT : Saluran Udara Tegangan Tinggi (70 kV, 150 kV)

SAIDI : System Average Interruption Duration Index (Indeks Lama Gangguan)

SAIFI : System Average Interruption Frequency Index (Indeks Frekuensi Gangguan)

SCADA : Supervisory Control And Data Acquisition

SFC : Specific Fuel Consumtion

Shutdown : Pengeluaran suatu unit pembangkit dari JaringanSKLT : Saluran Kabel Laut Tegangan Tinggi

SKTT : Saluran Kabel Tegangan Tinggi

Subregion : Group Switching Centre

SPK-TPA Citarum : Sekretariat Pelaksana Koordinasi Tata Pengaturan Air Sungai Citarum

Tagihan Listrik : Perhitungan biaya atas pemakaian daya dan energi listrik oleh pelanggan setiap bulan

Tagihan Susulan : Tagihan kemudian sebagai akibat adanya penyesuaian dengan ketentuan atau sebagai akibat adanya pelanggaran

TDL : Tarif Dasar Listrik, ketentuan pemerintah yang berlaku mengenai golongan tarif dan harga jual tenaga listrik yang disediakan oleh PLN

Tingkat cadangan : Reserve margin, adalah besar cadangan daya yang dimiliki oleh perusahaan dalam rangka mengantisipasi beban puncak

TR : Tegangan Rendah, Tegangan sistem 220 V, 380 V sampai dengan 1.000 Volt .

TM : Tegangan Menengah, Tegangan sistem diatas 1.000 Volt sampai dengan 35.000 Volt

TT : Tegangan Tinggi, Tegangan sistem diatas 35.000 Volt sampai dengan 245.000 Volt

TET :Tegangan Ekstra Tinggi, Tegangan sistem diatas 245.000 Volt

TMA : Tinggi Muka Air, ketinggian (meter) elevasi permukaan air waduk diatas permukaan laut

Total Blackout : Situasi dimana Jaringan (Grid) padam total

Trafo : Transformator

TWh : Tera Watt Hour (1 TWh=1.000 GWh) Titik Penyambungan Bersama : Titik terdekat dengan pelanggan dimana tersambung juga pelanggan yang lain pada JTR atau JTM atau JTr atau JTET

UBOS-P3B : Unit Bidding dan Operasi Sistem – Pusat Penyaluran dan Pengatur Beban, Unit PT PLN (PERSERO) yang mengoperasikan dan mengendalikan Jarinagan (Grid) Jawa-Bali untuk Sistem Tenaga Listrik Jawa-Bali

UFR : Under Frequency Relay, peralatan pemutus beban dengan pemicu awal (triger) besaran frekuensi

UF : Utility Factor, Faktor Penggunaan, adalah perbandingan antara beban puncak unit pembangkit pada periode tertentu dengan daya mampu netto unit pembangkit tersebut Rumus UF (Utility Factor)
UJL : Uang Jaminan Langganan, uang milik pelanggan yang dititipkan kepada PT PLN (PERSERO) sebagai jaminan atas pemakaian daya dan energy listrik selama menjadi pelanggan.

UMTL : Uang Muka Tagihan Listrik, Penerimaan pembayaran untuk pemakaian daya dan energy listrik mendahului transaksi penyerahan daya dan energi berlangsung

Ultra super critical : Teknologi PLTU batubara yang beroperasi pada suhu dan tekanan diatas titik kritis air

V : Volt, Voltase, Voltage, Satuan Tegangan Listrik

VA : Volt Ampere, satuan daya listrik total (daya buta)

Vdd = Unipolar Transistors Drain Voltage

Vcc = Bipolar Transistors Collector Voltage

Vss = Unipolar Transistors Source Voltage

V+ = Supply source positive pool voltage in which has value above 0 V.

V- = Supply source negative pool voltage in which has value below 0 V.Watt : Satuan daya listrik nyata

WBP : Waktu Beban Puncak, Waktu jam 18.00 sampai dengan jam 22.00 waktu setempat

WKP : Wilayah Kerja Pertambangan

Medan Listrikadalah ruang dimana terdapat gaya bekerja bermuatan elektrik; medan listrik terdapat dekat benda-benda yang bermuatan elektrik dan terdapat antara dua hantaran yang mempunyai beda potensial satu sama lainnya. Satuan kuat medan listrik dinyatakan dalam volt per meter (v/m).

Berdasarkan standar IPRA (International Protection Radiation Association), dan  direkomendasikan WHO, batasan medan listrik yang aman bagi kesehatan manusia adalah 10 kV/m selama 2 jam per hari atau 5 kV/m selama 24 jam (diperuntukkan bagi publik). Dan berdasarkan hasil pengukuran di lapangan, kuat medan listrik dibawah SUTT dan SUTET di Indonesia berkisar 0,25 kV/m.


Medan Magnit, adalah ruang dimana terdapat gaya elektrik dan gaya magnet; medan magnet yang membangkitkan arus elektrik disekeliling penghantar. Satuan kuat medan magnet dinyatakan dalam Tesla atau milli tesla, sering pula digunakan satuan Gauss atau milli Gauss. (1 T = 1000 mT; 1 G = 1000 mG; dan 1 T = 10.000 G).

Berdasarkan standar IPRA (International Protection Radiation Association), dan  direkomendasikan WHO, batas maksimum intensitas medan magnet yang diperbolehkan ialah 0,1 mT untuk jangka waktu 24 jam (diperuntukkan bagi publik).


AC/DC. Tanda bahwa suatu alat dapat menggunakan arus bolak-balik atau arus searah.


Anggaran (budget). Jumlah dana yang disediakan atau direncanakan.

AMDAL. Analisa Mengenai Dampak Lingkungan.


APAR. Alat Pemadam Api Ringan.

ASH. Debu sisa bakaran.

Basic Design. Rancangan dasar.

Bidding. Proses pelelangan untuk mengerjakan atau pengadaan suatu barang atau jasa.

Busbar. Batang conductor, biasanya terbuat dari lempeng tembaga panjang.

Commissioning. Uji coba, setelah proyek dinyatakan selesai dilakukan pengujian terhadap fungsi-fungsi seluruh peralatan yang ada apakah sesuai spesifikasi atau tidak.

Cubicle. Komponen listrikpada gardu listrik sebagai alat kontak, biasanya berbentuk kubus.

Earthing. Grounding, Pembumian.

Ekuiti. Penyertaan modal.

Emergency Exit. Jalan keluar darurat.

Eskalasi. Kenaikan harga.

Fatal Accident. Kecelakaan yang mematikan.

Feasibility Study (Studi Kelayakan). Digunakan untuk menilai apakah suatu kegiatan patut dilaksanakan atau tidak.

Feeder Cable. Kabel pengisian/sumber daya.

Fly Ash. Debu terbang. Partikel kecil yang beterbangan keluardari cerobong asap.

Fuse. Sekering.

Grey Area. Wilayah/daerah/aktivitas yang belumjelas penanggung jawabnya, daerah abu-abu.

Hertz (Hz). Satuan frekuensi, 1 Hz = 1 siklus per detik.

Inbouw Dus. Kotak yang ditanam pada dinding atau lantai bangunan yang merupakan bagian dari perangkat stop kontak, sakelar, dll.

Inflasi. Kenaikan harga barang.

Inclaring. Proses pengeluaran barang impor dari pabean.

Invitation To Bid. Ndangan untuk mengikuti proses pelelangan pekerjaan atau pengadaan barang dan jasa.

IP. Kode proteksi terhadap kemungkinan penyusupan debu atau air dari luar ke dalam instalasi listrik yang peka. Semakin besar angka semakin baik proteksinya, misalnya IP66 lebih baik dari IP65.

Konsultan Manajemen Konstruksi (MK/CM). Konsultan yang bertugas mengkordinasikan seluruh konsultan yang bekerja untuk suatu proyek, dan mengelola proyek sesuai jadwal, biaya, cakupan dan kualitas yang diinginkan pemilik proyek; untuk gedung bertingkat tinggi biaya konsultan MK/CM sebesar 1,3% x nilai nilai proyek.

Konsultan Mekanikal/Elektrikal (M/E). Konsultan yang disewa untuk merancang keperluan mekanikal dan Elektrikal (M/E) bangunan, termasuk gambar rinciannya. Untuk gedung bertingkat tinggi biaya jasa konsultan M/E kurang lebih sebesar 0,9% dari keseluruhan nilai proyek.

Mark Up. Dinaikkan, harga yang telah dinaikkan untuk mendapatkan laba.

MCB. 1) Moulded Circuit Breaker; 2) Main Circuit Breaker.

MCCB. Moulded Case Circuit Breaker.

MDP (Main Distribution Panel). Panel Distribusi Utama.

Megger. Singkatan secara mudah dari MegaOhm Meter, alat yang dipakai untuk mengukur tingkat  tahanan suatu konduktor dalam satuan yang besar.

Multimeter. Alat pengukur beberapa satuan listrik, Volt, Ampere, Ohm.

Natural Gas. Gas alam.

NEC (National Electrical Code). Peraturan listrik nasional (Amerika Serikat)

OSHA (Occupational Sfety and Health Administration). Badan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Amerika Serikat)

Outbouw. Menonjol keluar dari bidang bangunan.

Over time. Lembur, bekerja diluar jam kerja normal, dibayar dengan perhitungan tertentu.

Perangkat Lunak. Perangkat yang tidak dapat diraba, khusunya menyangkut hasil kerja kecerdasan manusia, misalnya program computer, desain, dan lain-lain.

Performance Appraisal. Penilaian kerja pegawai.

Progress Report. Laporan kemajuan, berisi informasi hal-hal yang telah dicapai hingga laporan tersebut dibuat, biaya yang telah dikeluarkan, masalah yang ada, dan laporan ini akan dibaca oleh owner.

Project. A temporary endeavor undertaken to create a unique product or service (definition by Project Management Institute); kegiatan temporer yang dilaksanakan untuk menciptakan produk atau jasa yang unik. Temporer, karena mempunyai batas waktu yang jelas jika tujuan telah tercapai; unik karena sesuatu yang dibuat/dikerjakan belum pernah ada yang persis sama.

PUIL 1987. Peraturan Umum Instalasi Listrik Indonesia tahun 1987.

Power Transformer. Trafo daya.

Qualified Person (OSHA Spec.) Seseorang yang karena pendidikannya, sertifikasinya, dan pengalamannya berhasil membuktikan kemampuan untuk memecahkan masalah dalam pekerjaannya.

Quality (ISO 8402 : 1994). Karakteristik menyeluruh dari suatu benda/jasa berkaitan dengan kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang tertulis maupun tidak tertulis.

Quality Control. (ISO 8402 : 1994). Aktivitas dan teknik operasional yang digunakan untuk memnuhi kebutuhan akan mutu.

Redundancy. Peralatan cadangan dengan kapasitas yang sama besar dengan yang dioperasikan.

Safety Belt. Sabuk pengaman, yang hanya mengikat pinggang.

Safety Briefing. Pertemuan singkat membahas masalah keselamatan, biasanya dilakukan beberapa saat menjelang kerja.

Safety Rules. Peraturan Keselamatan.

Server. Suatu jaringan computer, CPU yang berfungsi melayani seluruh kebutuhan unit-unitnya.

Shift. Bergesr, Giliran bertugas.

SIKA. Surat Ijin Kerja, bagi kontraktor instalasi listrik setelah melalui pengujian.

Solar Cell. Sel pembangkit listrik energi matahari.

Specification. Instruksi tertulis yang menyertai gambar serta menjelaskan jenis dan kualitas dari bahan atau pengerjaan suatu barang atau konstruksi.

SPK (Surat Perintah Kerja). Semacam dokumen kontrak yang menyatakan bahwa suatu pihak memberikan perintah kerja kepada pihak kedua dengan spesifikasi tertentu dan dengan nilai pembayaran tertentu.

Switch. Sakelar, alat untuk menyalakan atau mematikan peralatan listrik.

Visi. Pandangan ke depan.

Wave Length. Panjang gelombang.

DIL. Data Induk Langganan.

AMRAutomatic Meter Reading. Sistem pembacaan meter jarak jauh secara otomatis, terpusat, dan terintegrasi dari ruang kontrol melalui media komunikasi telepon publik (PSTN), telepon selular (GSM), PLC atau frekuensi radio, menggunakan software tertentu tanpa terlebih dulu melakukan pemanggilan (dial up).

PESAT (Pelayanan Satu Tempat). Produk layanan One Stop Service PLN Distribusi Jakarta & Tangerang yang memudahkan bagi pelangan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan listrik di satu tempat, yaitu di Unit Pelayanan.

PELANGI (Peduli Pelangan Inti). Produk pelayanan individual One To One Marketing dari PLN Distribusi Jakarta & Tangerang terhadap pelanggan besar yang memberi kontribusi besar bagi pendapatan PLN.

Call Center 123. Pusat pelayanan informasi dan gangguan melalui melalui telepon 123.

PRAQTIS. Pembayaran Rekening Listrik Fleksibel dan Otomatis (On Line). Produk layanan PLN yang memudahkan pembayaran rekening listrik melalui bank dan ATM.

PUKK. Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi. Program yang  bertujuan mendorong kegiatan dan pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan potensi usaha kecil dan koperasi masyarakat.

CD (Community Development). Program peduli lingkungan.

FOCUS (For Customer Satisfaction) 100 dan 5000.  Program PLN Distribusi Jawa Barat yang memberikan pelayanan khusus terhadap 100 pelanggan besar/potensial dan 5000 pelanggan biasa (non potensial) melalui Account Executive/Account Manager. Sehingga dapat membangun terbentuknya Customer Intimacy dan Customer Relationship Management dengan pelangan.

PDKB Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan.

PDKB TR/TM –   Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan pada Tegangan Rendah/Tegangan Menengah

PDKB TT/TET -   Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan pada Tegangan Tinggi/Tegangan Ekstra Tinggi.

AA
An Ansi (American National Standard Institute) cooling class designation indicating open, natural-draft ventilated transformer construction, usually for dry-type transformers.


Ambient Temperature
The temperature of the surrounding atmosphere into which the heat of the transformer is dissipated.
Ampere unit of current flow.


ANSI (American National Standards Institute)
An organization that provides written standards on transformer [6OOv and below (ANSI C89.1), 601~ and above (ANSI C57.12)].


Autotransformer
A transformer in which part of the winding is common to both the primary and the secondary circuits.

BIL
Basic Impulse Level, the crest (peak) value that the insulation is required to withstand without failure.


Bushing
An electrical insulator (porcelain, epoxy, etc.) that is used to control the high voltage stresses that occur when an energized cable must pass through a grounded barrier.


Buck transformer
Step down the Voltage from Primary Winding to Secondary Winding i.e. 460V to 230V.


Boost transformer
Step up the Voltage from Primary Winding to Secondary Winding i.e. 230V to 460V.

Cast-coil Transformer
A transformer with high-voltage coils cast in an epoxy resin. Usually used with 5 to 15 kV transformers.


Continuous Rating
Gaines the constant load that a transformer can carry at rated primary voltage and frequency without exceeding the specified temperature rise.


Copper Losses
See Load Losses.


Core-Form Construction
A type of core construction where the winding materials completely enclose the core.


Current Transformer
A transformer generally used in instrumentation circuits that measure or control current.

Delta
A standard three-phase connection with the ends of each phase winding connected in series to form a closed loop with each phase 120 degrees from the other. Sometimes referred to as 3-wire.

Delta Wye
A term or symbol indicating the primary connected in delta and the secondary in wye when pertaining to a three-phase transformer or transformer bank.


Distribution Transformers
Those rated 5 to 120 kV on the high-voltage side and normally used in secondary distribution systems. An aplicable standard is ANSI C-57.12.

Dripproof
Constructed or protected so that successful operation is not interfered with by falling moisture or dirt. A transformer in which the transformer core and coils are not immersed in liquid.

Exciting Current (No-load Current)
Current that flows in any winding used to excite the transformer when all other windings are open circuited. It is usually expressed in percent of the rated current of a winding in which it is measured.

FA
An ANSI cooling class designation indicating a forced air ventilated transformer, usually for dry type transformers and typically to increae the transformers and typically to increase the transformer’s KVA rating above the natural ventilation or AA rating.


Fan Cooled
Cooled mechanically to stay within rated temperature rise by addition of fans internally and/or externally. Normally used on large transformers only.


FOA
An ANSI cooling class designation indicating forced oil cooling using pumps to circulate the oil for increased cooling capacity.


FOW
An ANSI cooling class designation indicating forced oil water cooling using a separate water loop in the oil to take the heat to a remote heat exchanger. Typically used where air cooling is difficult such as underground.


Frequency
On AC circuits, designate number of times that polarity alternates from positive to negative and back again, such as 60 hertz (cycles per second).

Grounds or Grounding
Connecting one side of a circuit to the earth through low-resistance or low-impedance paths. This help prevent transmitting electrical shock to personnel. Also aids in the dissipation or mitigation of Noise (High frequency or other).


Ground Strap
A Flat Strap of varying density, width and length to aid in the dissipation of High frequency noise, commonly generated by Switching Power Supplies, Lighting Ballasts, Inverters or Variable Frequency Drives.

High-voltage and Low-voltage Windings
Terms used to distinguish the wind that has the greater voltage rating from that having the lesser in two-winding transformers. The terminations on the high-voltage windings are identified by H1, H2, etc., and on the low-voltage by X1, X2, etc.

Impedance
Retarding forces of current flow in AC circuits.


Indoor transformer
A transformer that, because of its construction, is not suitable for outdoor service.


Insulating Materials
Those materials used to electrically insulate the transformer windings from each other and to ground. Usually classified by degree of strength or voltage rating (0, A, B, C, and H).


Isolation transformer
For the purpose of isolating the Source Supply from the Consumer(s), aids in prevention of noise transmission, adds impedance, can also provide an isolated Ground on the secondary.

kVA or Volt-ampere Output Rating
The kVA or volt-ampere output rating designates the output that a transformer can deliver for a specified time at rated secondary voltage and rated frequency without exceeding the specified temperature rise (1 kVA = 1000 VA).

Liquid-immersed Transformer
A transformer with the core and coils immersed in liquid (as opposed to a dry-type transformer).


Load
The amount of electricity, in kVA or volt-amperes, supplied by the transformer. Loads are expressed as a function of the current flowing in the transformer, and not according to the watts consumed by the equipment the transformer feeds.


Load Losses
Those losses in a transformer that are incident to load carrying. Load losses include the I2R loss in the winding, core clamps, etc., and the circulating currents (if any) in parallel windings.

Mid-tap
A reduced-capacity tap midday in a winding – usually the secondary.


Moisture-resistant
Constructed or treated so as to reduce harm by exposure to a moist atmosphere.


Natural-draft or Natural-draft Ventilated
An open transformer cooled by the draft created by the chimney effect of the heated air in its enclosure.

No-load Losses (Excitation Losses)
Loss in a transformer that ls excited at its rated voltage and frequency, but which is not supplying load. No-load losses include core loss, dielectric loss, and copper loss in the winding due to exciting current.

OA
An ANSI cooling class designation indicating an oil filled transformer.

Parallel Operation
Single and three-phase transformers having appropriate terminals may be operated in parallel by connecting similarly-marked terminals, provided their ratios, voltages, resistances, reactances, and ground connections are designed to permit paralleled operation and provided their angular displacements are the same in the case of three-phase transformers.


Polarity Test
A standard test performed on transformers to determine instantaneous direction of the voltages in the primary compared to the secondary (see Transformer Tests).


Poly-phase
More than one phase.


Potential (Voltage) Transformer
A transformer used in instrumentation circuits that measure or control voltage.


Power Factor
The ratio of watts to volt-amps in a circuit.


Primary Taps
Taps added in the primary winding (see Tap).


Primary Voltage Rating
Designates the input circuit voltage for which the primary tiding is designed.


Primary Winding
The primary winding on the energy input (supply) side.

Rating
The output or input and any other characteristic, such as primary and secondary voltage,current, frequency, power factor and temperature rise assigned to the transformer by the manufacturer.


Ratio Test
A standard test of transformers used to determine the ratio of the primary to the secondary voltage.


Reactance
The effect of inductive and capacitive components of the circuit producing other than unity power factor.

Reactor
A device for introducing inductive reactance into a circuit for: motor starting, operating transformers in parallel, and controlling current.

Scott Connection
Connection for polyphase transformers. Usually used to change from two-phase to three-phase to three-phase to two-phase.


Sealed Transformer
A transformer completely sealed from outside atmosphere and usually contains an inert gas that is slightly pressurized.


Secondary Taps
Taps located in the secondary winding (see Tap).


Secondary Voltage Rating
Designates the load-circuit voltage for which the secondary winding (winding on the output side) is designed.


Series/Multiple
A winding of two similar coils that can be connected for series operation or multiple (parellel) operation.


Shell-type Construction
A type of transformer construction where the core completely surrounds the coil.


Star Connection
Same as wye connections.


Step-down Transformer
A transformer in which the energy transfer is from the high-voltage winding to the low-voltage winding or windings.


Step-up transformer
A transformer in which the energy transfer is from the low-voltage winding to a high-voltage winding or windings.
Use of Scott Connection for three-phase operation. A connection brought out of a winding at some point between its extremities, usually to permit changing the voltage or current ratio.


Temperature Rise
The increase over ambient temperature of the winding due to energizing and loading the transformer.

Total Losses
The losses represented by the sum of the no-load and the load losses.


Transformer
An electrical device, without continuously moving parts, which, by electro-magnetic induction, transforms energy from one or more circuits to other circuits at the same frequency, usually with changed values of 
voltage and current.

Turns Ratio (of a transformer)
The ratio of turns in the primary winding to the number of turns in the secondary winding.

Volt-amperes
Circuit volts multiplied by circuit amperes.


Voltage Ratio (of a transformer)
The ratio of the RMS primary terminal voltage to the RMS secondary terminal voltage under specified conditions of load.


Voltage Regulation (of a transformer)
The change in secondary voltage that occurs when the load is reduced from rated value to zero, with the values of all other quantities remaining unchanged. The regulation may be expressed in percent (or per unit) on the basis of the rated secondary voltage at full load.

Winding Losses
See Load Losses.


Winding Voltage Rating
Designates the voltage for which the winding is designed


Wye Connection (Y)
A standard three-phase connection with similar ends of the single-phase coils connected to a common point. This common point forms the electrical neutral point and may be grounded.
Dan masih banyak lagi istilah - istilah teknis dalam dunia energy dan kelistrikan yang belum saya tulis disini. Dipersilahkan bagi pembaca untuk menambahkan ilmu dan pengetahuannya di kolom komentar.


Sumber Reference:

1 komentar:

Silahkan berikan komentar Anda di laman ini.
Tautan (live links) spam dalam komentar akan terhapus secara otomatis.
Jika ingin menyisipkan tautan silakan gunakan tag: <i rel="URL">URL ANDA</i>
Untuk menyisipkan judul, gunakan tag <b rel="h3">TEKS JUDUL ANDA DI SINI</b>
Untuk menyisipkan gambar, gunakan tag <i rel="image">Tulis URL GAMBAR Anda di sini </i>
Untuk menyisipkan kode, gunakan tag <i rel="code">Tulis KODE ANDA di sini</i>
Kode yang panjang bisa menggunakan tag <i rel="pre"> KODE PANJANG di sini</i>
Untuk menciptakan efek tebal gunakan tag <b>TEKS TEBAL ANDA DI SINI</b>
Untuk menciptakan efek tulisan miring gunakan tag <i>TEKS MIRING ANDA DI SINI</i>

Klik untuk melihat kode!: :) :( ^_^ :D ;) :-bd :'( :\ :p B) :Q :Ozz 7:( \o/ **p <3 0:) :-a 7:O *fck* x@ X@ ~x( :yaya: =p*